Berita

AS Mendukung Satu Kesepakatan Damai yang Komprehensif antara Rusia dan Ukraina

AS Mendukung Satu Kesepakatan Damai yang Komprehensif antara Rusia dan Ukraina

(VOVWORLD) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada tgl 15 Agutus, telah bertemu di Alaska (AS) untuk membahas konflik Rusia-Ukraina. Meskipun kedua pihak menganggap bahwa pembicaraan berlangsung secara efektif, tetapi belum ada terobosan manapun yang dicapai dalam peristiwa ini.

Menlu AS, Marco Rubio. Foto:REUTERS/Jeenah Moon

Ketika berbicara di depan kalangan pers pada Minggu (17 Agustus), Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio menekankan bahwa cara sebaik-baiknya untuk menghentikan konflik Rusia-Ukraina ialah melalui kesepakatan damai yang komprehensif, meskipun solusi gencatan senjata tetap menjadi isi perundingan.

Menlu Rubio menganggap bahwa untuk mencapai satu kesepakatan, semua pihak harus memberikan konsesi tertentu, dan itu merupakan kunci perundingan-perundingan saat ini. Menurut Menlu Rubio, melanjutkan sanksi terhadap Rusia jika para pihak tidak mencapai kesepakatan damai hanya akan memperpanjang perundingan tanpa mencapai hasil.

Rencananya, Presiden Donald Trump, Presiden Volodymyr Zelensky, dan pemimpin beberapa negara Eropa, yang meliputi Perdana Menteri Inggris, Presiden Prancis, Perdana Menteri Italia, Kanselir Jerman, Presiden Finlandia, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan Presiden Komisi Eropa, akan bertemu di Gedung Putih pada Senin (18 Agustus) (waktu AS). Pertemuan ini mungkin menjadi preseden bagi satu pertemuan trilateral antara Presiden AS, Rusia, dan Ukraina yang direncanakan akan berlangsung pada akhir bulan ini.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.