Berita

Banyak Negara Protes Tindakan Israel terkait Penggabungan Tepi Barat

Banyak Negara Protes Tindakan Israel terkait Penggabungan Tepi Barat

(VOVWORLD) - Sebelum keberangkatannya ke Israel pada 22 Oktober, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, memperingatkan bahwa rencana penggabungan Tepi Barat oleh Parlemen Israel (Knesset) bisa dapat mengancam rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

Menurut Menteri Luar Negeri Rubio, Presiden Trump telah memperjelas bahwa Washington saat ini tidak dapat mendukung tindakan Parlemen Israel ini.

Arab Saudi juga mengecam pemungutan suara awal Parlemen Israel yang mendukung dua rancangan undang-undang (RUU) terkait penggabungan Tepi Barat, dengan menganggap bahwa ini merupakan tindakan untuk "melegitimasi kedaulatan Israel atas zona-zona permukiman ilegal." Pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan kembali dukungannya terhadap hak yang layak dan historis dari rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka di garis perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sesuai dengan resolusi internasional yang terkait.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.