Berita

FAO Peringatkan Risiko  Terjadi Ketidakstabilan Ketahanan Pangan Global

[VOVWORLD] - Konflik di Timur Tengah mungkin meningkatkan risiko terhadap ketahanan pangan global, khususnya terhadap negara-negara yang bergantung pada impor pangan, pupuk dan energi.

Kepala Ekonom dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Maximo Torero menilai bahwa konflik di Timur Tengah mungkin meningkatkan risiko terhadap ketahanan pangan global, khususnya terhadap negara-negara yang bergantung pada impor pangan, pupuk dan energi. Menurut ia, konflik tersebut telah menunjukkan kelemahan dari negara-negara yang produksi lokalnya terbatas dan bergantung banyak pada jalur-jalur pasokan eksternal.

Dalam pengumuman baru-baru ini, FAO menilai bahwa penundaan di Selat Hormuz, jalur maritim strategis yang terpenting di dunia tidak hanya berpengaruh terhadap energi saja, tetapi berdampak langsung terhadap pertanian, sehingga menimbulkan tekanan terhadap perekonomian rentan. Kawasan-kawasan yang sangat dikhawatirkan meliputi negara-negara Teluk, Asia Selatan dan sebagaian Afrika yang dekat dengan Sahara. Oleh karena itu, negara-negara perlu bertindak untuk meminimalkan ketegangan yang meluas di sistem pangan global.

 

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.