Berita

Hari Meteorologi Sedunia (23 Maret): Bumi Alami Ketidakseimbangan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Hari Meteorologi Sedunia (23 Maret): Bumi Alami Ketidakseimbangan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

(VOVWORLD) - Sistem iklim Bumi kian kehilangan keseimbangan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seiring dengan terus meningkatnya emisi gas rumah kaca suhu udara, suhu laut, dan pencairan es mencapai rekor baru. Peringatan tersebut disampaikan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam laporan yang berjudul: “Situasi Iklim Global 2025” pada Hari Meteorologi Sedunia, 23 Maret.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa periode 2015-2025 merupakan periode terpanas dalam sejarah pengamatan. Tahun 2025 sendiri  tercatat berada pada peringkat kedua atau ketiga, dengan suhu rata-rata global sekitar 1,43 derajat Celcius lebih tinggi daripada tingkat pra-industri 1850-1900. Fenomena cuaca ekstrem, mulai dari panas ekstrem dan hujan lebat hingga badai tropis, terjadi secara beruntun, menyebabkan kerusakan serius dan mengungkap kerentanan perekonomian dan masyarakat.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres memperingatkan bahwa iklim global berada dalam status darurat. Ia juga menganggap bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil tidak hanya memperparah kerusakan lingkungan tetapi juga mengancam keamanan global.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.