(VOVWORLD) - Pada Sabtu (1 November), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak berniat mengadakan perundingan langsung dengan Amerika Serikat (AS) mengenai program nuklir atau rudal, tetapi dapat mencapai kesepakatan melalui perundingan tidak langsung. Ia juga menekankan bahwa Republik Islam tidak akan melepaskan haknya untuk memperkaya uranium.
Menlu Iran, Abbas Araghchi. Foto: REUTERS/Umit Bekta
Pejabat Iran tersebut juga meminta perhatian bahwa negaranya tidak akan menghentikan aktivitas pengayaan uranium, dan menegaskan kembali bahwa program nuklir sebenarnya demi tujuan damai.
Pada hari yang sama, Oman, negara yang telah menjadi tuan rumah berbagai putaran perundingan nuklir antara AS dan Iran, telah mengimbau kedua negara untuk kembali ke meja perundingan setelah proses ini terganggu karena konflik Israel-Iran dan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Republik Islam tersebut pada bulan Juni yang lalu.