Berita

Israel Menuduh Hamas Melanggar Gencatan Senjata

Israel Menuduh Hamas Melanggar Gencatan Senjata

(VOVWORLD) - Dalam pembicaraan telepon dengan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff dan Jared Kushner, pada Kamis (16 Oktober), Menteri Urusan Isu-Isu Strategis Israel, Ron Dermer, menuduh Hamas sengaja tidak mengembalikan jenazah sandera yang meninggal kepada pihak Israel, sehingga melanggar komitmen dalam kesepakatan gencatan senjata tahap pertama.

Jenazah sandera asal Israel dikembalikan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dan sandera serta kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Kfar Saba, Israel pada tanggal 16 Oktober 2025 (Foto:REUTERS/Stoyan Nenov)

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, juga menyatakan bahwa Hamas mungkin dapat mengembalikan lebih banyak jenazah sandera, tetapi sengaja tidak melakukannya. Pernyataan dari pihak Israel ini memicu kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi ketegangan kembali di Gaza.

Menurut pihak Israel, hingga saat ini gerakan Hamas baru mengembalikan 9 jenazah 9 dari total 28 sandera yang meninggal di Jalur Gaza sesuai dengan komitmen yang disepakati. Pengembalian jenazah sandera yang tersisa belum dipastikan, dan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.