(VOVWORLD) - Tanpa memedulikan peringatan dan imbauan dari komunitas internasional, pada tgl 22 Juli, Tentara Israel terus memperhebat serangat terhadap Jalur Gaza sehingga menimbulkan banyak korban Palestina yang serius. Seiring dengan itu, Tentara Israel tetap dengan ketat mengontrol pengangkutan barang kemanusiaan ke Jalur Gaza sehingga memperserius situasi kemanusiaan di sana.
Laporan terkini dari Media Palestina memberitahukan bahwa ada 8 orang lagi yang tewas dalam serangan udara Tentara Israel terhadap satu rumah di kawasan Barat Laut Kota Gaza pada tgl 22 Juli malam.
Panorama reruntuhan di Gaza, dilihat dari sisi Israel di perbatasan Israel-Gaza, 22 Juli 2025. (Foto: REUTERS/Amir Cohen)
Sebelumnya, media Palestina dan kawasan juga menegaskan bahwa ada 15 orang tewas dalam serangan-serangan Israel terhadap banyak kawasan lain di seluruh Jalur Gaza pada tgl 22 Juli.
Di depan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tgl 22 Juli, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menegaskan taraf kematian dan kehancuran di Gaza belum pernah ada presedennya selama beberapa tahun belakangan ini. Pada tgl 20 Juli, Badan Pertolongan Pengungsi Palestina dari PBB juga memperingatkan bahwa seluruh penduduk Gaza, di antaranya ada lebih dari 1 juta anak-anak sedang mengalami kelaparan