Berita

Konflik di Timur Tengah: Iran Tolak Permintaan Gencatan Senjata, Lancarkan Serangan Sengit terhadap Israel dan Negara-Negara Teluk

[VOVWORLD] - Pada Rabu (1 April), hari ke-44 konflik, Iran telah melancarkan kembali serangan-serangan rudal secara masif terhadap Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Teheran juga menolak pernyataan Presiden AS, Donald Trump bahwa Iran tengah meminta gencatan senjata.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu malam (1 April), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan pasukannya dalam menembak jatuh sebuah drone Lucas milik koalisi AS-Israel di wilayah udara Iran. Pada hari yang sama, sebelumnya, IRGC juga mengumumkan peluncuran serangan-serangan baru sebagai bagian dari Operasi " Janji Sejati 4". Operasi tersebut menyasar pada Israel dan berbagai pangkalan AS di kawasan Timur Tengah. Di kawasan Teluk, empat negara yaitu Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait – melaporkan telah diserang oleh Iran, baik dengan rudal maupun drone.

Di bidang diplomasi, Iran juga menolak pernyataan Presiden AS, Donald Trump mengenai gencatan senjata. Dalam sebuah pengumuman pada Rabu sore (1 April), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menegaskan bahwa pernyataan Trump pada hari yang sama tentang permintaan Iran untuk melakukan gencatan senjata tidak benar dan tidak berdasar.

 

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.