(VOVWORLD) - Pada Rabu (19 November), Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan laporan bahwa Kelompok Dua Puluh (G20) diperkirakan hanya akan mencapai pertumbuhan sebesar 2,9% pada tahun 2030 karena harus menghadapi hambatan proteksionisme dan ketidakpastian kebijakan. Hal ini berarti prospek pertumbuhan jangka menengah G20 terlemah sejak krisis keuangan global tahun 2009.
Logo IMF. Foto: REUTERS/Yuri Gripas
Berbagai perekonomian primer dalam G20, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Republik Korea, diperkirakan hanya tumbuh 1,4% pada tahun 2030. Sementara itu, perekonomian negara berkembang anggota G20, seperti Argentina, Brasil, Tiongkok, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Turki, akan mengalami pertumbuhan yang lebih kuat, sebesar 3,9%.