Rusia Menuduh Ukraina Gunakan UAV untuk Menyerang Kediaman Presiden
Rusia Menuduh Ukraina Gunakan UAV untuk Menyerang Kediaman Presiden
Selasa, 17:34, 30/12/2025
Wartawan VOV di Rusia dan AS
(VOVWORLD) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov, pada Senin (29 Desember), mengatakan bahwa pada malam hari tanggal 29 Desember, pasukan-pasukan pertahanan udara Rusia telah menemukan dan mencegat 91 pesawat nirawak (UAV) jarak jauh. UAV tersebut diduga diluncurkan oleh pihak Ukraina, menuju ke kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin di kawasan Novgorod, bagian barat laut negara ini. Semua UAV ini telah ditembak jatuh dan tidak mencatat korban atau kerugian materiil.
Ketika mengomentari kasus tersebut, Menlu Rusia menekankan bahwa tindakan ini akan mendapat balasan setimpal. Meskipun Rusia tidak berniat untuk menarik diri dari proses perundingan dengan AS, tetapi dalam konteks saat ini, pendirian negosiasi dari Rusia akan dipelajari lagi.
Pihak Ukraina menolak tuduhan Rusia dan menyatakan bahwa negara ini tidak melakukan serangan apa pun terhadap kediaman Presiden Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky beranggapan bahwa negara ini hanya melakukan tindakan-tindakan militer yang menyasar pada sasaran militer yang legal, dan dalam kepentingan membela diri.
Di AS, Presiden Donald Trump memberitahukan sudah diberitahu oleh Presiden Rusia tentang kasus tersebut dalam pembicaraan telepon pada tanggal 29 Desember, dan menyatakan kecemasan atas informasi tersebut. Ia beranggapan bahwa semua tindakan militer bisa meningkatkan ketegangan dan tidak sesuai pada waktu ini, tetapi juga menyampaikan bahwa AS belum menerima sumber-sumber informasi independen tentang kasus tersebut.
Tag:VOV / VOVworld / UAV / Kediaman Presiden / negosiasi dari Rusia