Berita

Vietnam Meminta G20 untuk Menjadi Pelopor dalam Menyusun Standar Tata Kelola AI yang Adil, Transparan dan Inklusif

Vietnam Meminta G20 untuk Menjadi Pelopor dalam Menyusun Standar Tata Kelola AI yang Adil, Transparan dan Inklusif

(VOVWORLD) - Pada Minggu (23 November), di Kota Johannesburg (Afrika Selatan), Perdana Menteri (PM) Vietnam, Pham Minh Chinh menghadiri Sesi pembahasan ke-3 Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Dua Puluh (KTT G20) dengan tema “Satu masa depan yang adil untuk semua orang” yang dipimpin Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, sekaligus Ketua G20 tahun 2025.

PM Pham Minh Chinh. Foto: VGP

Pada sesi pembahasan tersebut, PM Pham Minh Chinh menyampaikan tiga prioritas strategis. Yang pertama, menggalang hubungan kemitraan di bidang mineral strategis yang adil, setara, stabil, dan transparan dengan semangat “manfaat yang harmonis dan risiko yang dibagi”. Beliau menekankan pentingnya mendorong kerja sama, membentuk dan mendiversifikasi rantai pasokan mineral yang berkelanjutan, mengembangkan sektor industri pengolahan mendalam, berteknologi tinggi, dan daur ulang, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Yang kedua, menciptakan terobosan di bidang pendidikan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang selaras dengan pengembangan pasar tenaga kerja yang modern, efektif, dan berkelanjutan.

Yang ketiga, membangun dan mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan yang beorientasi pada manusia dan tidak menggantikan peran manusia. PM Pham Minh Chinh meminta G20 untuk mendukung negara-negara berkembang dalam membangun infrastruktur digital, basis data, ekosistem teknologi, tata kelola, dan pemanfaatan kecerdasan buatan demi perkembangan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Rekomendasi PM Pham Minh Chinh mendapat sambutan baik dan apresiasi dari konferensi.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.