Keramik Chu Dau inti sari kebudayaan Vietnam
(VOVworld) – Mengalami banyak pasang-surutnya sejarah, setelah lebih dari 500 tahun hilang, desa kerajinan keramik Chu Dau, provinsi Hai Duong (Vietnam Utara) telah pulih kembali dan berkembang.

(VOVworld) – Mengalami banyak pasang-surutnya sejarah, setelah lebih dari 500 tahun hilang, desa kerajinan keramik Chu Dau, provinsi Hai Duong (Vietnam Utara) telah pulih kembali dan berkembang.

(VOVworld) – Kota Hanoi terkenal dengan sektor kota kuno dengan nama aslinya “Hanoi dengan 36 jalan”. Di sini, jalan ini sambung-menyambung dengan jalan lain sehingga menciptakan satu ciri yang sangat tersendiri bagi kota Hanoi.

(VOVworld) – Tidak mengikuti bentuk penerbitan lama, banyak pengarang muda Vietnam sekarang sedang memilih satu arah baru untuk mendekati para pembaca secara langsung yaitu membuat urun dana masyarakat guna menerbitkan buku.
(VOVworld) – Laut dan pulau adalah tema yang tak habis-habisnya bagi para seniman untuk mencipta.

(VOVworld) – Walaupun adat makan sirih-pinang dan budaya sirih dan pinang berasal dari zaman Raja Hung ketika mendirikan negara dan tersebar di semua provinsi dan kota, tapi setiap daerah mempunyai ciri khusus sendiri.

(VOVworld) – Selama 14 tahun ini, sudah menjadi kebiasaan, pada malam hari bulan pernama yaitu pesta Chap Goh Meh, di ibu kota Hanoi, banyak provinsi dan kota lain di seluruh Vietnam berlangsung peristiwa Hari Sajak Vietnam.

(VOVworld) – Sirkus Vietnam muncul untuk pertama kalinya di Vietnam Utara. Generasi seniman sirkus yang meletakkan fundasi bagi sirkus Vietnam barulah beranggotakan 17 orang yang melakukan pertunjukan sambil turut melakukan pekerjaan pelatihan.

(VOVworld) – Sekarang ini, di Vietnam ada lebih dari 8.900 pesta, diantaranya ada lebih dari 7.000 pesta rakyat tradisional.

(VOVworld) – Setelah lebih dari setahun membuat persiapan, drama opera klasik Cai Luong dengan nama “Fajar bangkit” telah melakukan unjuk muka di depan para penonton ibu kota Hanoi dan mendatangkan banyak hal di luar dugaan.
(VOVworld) - Lahir di daerah pedesaan, ketika dibesarkan dan bekerja jauh dari kampung halaman, setiap Hari Raya Tet Tradisional (atau Hari Raya Tet) tiba, pulang kembali ke kampung halaman, itu merupakan satu ciri khas dari banyak orang yang sedang tinggal di kota.
