Ulasan Berita

29/12/2011

2011- tahun Asia Pasifik yang dimiliki Amerika Serikat

Para pakar politik menilai bahwa tahun 2011 merupakan tahun berlangsung paling banyak peristiwa hubungan luar negeri Amerika Serikat selama waktu 20 tahun ini. Kalau ditinjau pada parorama hubungan luar negeri itu, bisa segera dilihat salah satu selar yang paling penting dan menonjol yalah perihal Amerika Serikat terus mendorong dengan kuat strategi « Kembali ke Asia »

2011- tahun Asia Pasifik yang dimiliki Amerika Serikat
27/12/2011

Ketegangan antara Iran dengan Barat belum ada titik henti

Krisis nuklir Iran sedang naik pasang dan pasti tidak bisa menemukan solusi efektif pada masa depan. Alasan yang berasal dari dua pihak yalah kekuasaan pimpinan Presiden Iran M. Ahmadinejad dan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat yang terus-menerus berada dalam situasi konfrontasi yang berbahaya di banyak aspek, baik dari diplomatik sampai politik-ekonomi, bahkan militer.Kketegangan antara Iran dengan Barat belum ada titik henti.

Ketegangan antara Iran dengan Barat belum ada titik henti
26/12/2011

Mengubah wajah pedesaan Vietnam

Program Target Nasional tentang pembangunan pedesaan baru adalah satu program besar yang mendapat bimbingan secara terfokus dari Partai Komunis dan Negara Vietnam serta digelarkan luas dalam skala seluruh negeri. Setelah 3 tahun menggelarkan gerakan pedesaan baru di 11 kecamatan percontohan dan satu tahun menggelarkannya secara luas di seluruh negeri, program tersebut telah mencapai hasil-hasil permulaan, turut mengubah secara signifikan wajah pedesaan Vietnam.

Mengubah wajah pedesaan Vietnam
23/12/2011

Kepentingan yang diperoleh dari forum PBB

Tahun 2011, dengan pedoman menjadi anggota yang aktif dan bertanggung jawab dari komunitas internasional, Vietnam telah menggelarkan banyak aktivitas luar negeri yang penting di semua forum multilateral, diantaranya yang mencuat ialah forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kepentingan yang diperoleh dari forum PBB
22/12/2011

Irak menghadapi bahaya kembalinya kekerasan.

Pada tanggal 19 Desember, wakil Presiden Irak Tatriq Al-Hashemi, pejabat tertinggi orang Islam sekte Sunni dalam aparat negara telah menjadi buron dengan tuduhan-tuduhan yang bersangkutan dengan kasus-kasus teror yang menyasar pada pejabat pemerintah dan keamanan. Gerak gerik ini menandai eskalasi ketegangan faksional mendadak dan menimbulkan kekhawatiran akan satu perebutan kekuasaan besar di Irak, setelah pasukan keamanan Amerika Serikat sama sekali menarik pasukannya.

Irak menghadapi bahaya kembalinya kekerasan.