Warna-warni: 54 Etnis Vietnam

29/10/2025

Warna Nila, Jiwa Benang yang Menenun Pakaian Masyarakat Etnis Minoritas Dao

(VOVWORLD) - Dibutuhkan waktu satu bulan untuk mewarnai selembar kain, dan dua hingga tiga tahun untuk menyelesaikan satu set pakaian lengkap. Meski pun prosesnya rumit dan memakan waktu, para perempuan dari etnis minoritas Dao di dusun Chieng Di 1, Kecamatan Van Ho, Provinsi Sơn La tetap dengan tekun membuat pakaian tradisional sepenuhnya secara manual. Bagi mereka, itu adalah cara untuk melestarikan identitas budaya etnisa mereka.

Warna Nila, Jiwa Benang yang Menenun Pakaian Masyarakat Etnis Minoritas Dao
22/10/2025

Seni Musik Gendang Besar – Warisan Musik Masyarakat Khmer

(VOVWORLD) - Saat ini, di daerah dataran rendah sungai Mekong, hanya sedikit warga etnis minoritas Khmer yang mengetahui dan memainkan instrumen musik gendang besar, yaitu instrumen utama yang memimpin ansambel gendang besar khas dari masyarakat Khmer. Oleh karena itu, para seniman tua sedang berupaya keras untuk mewariskan keterampilan ini kepada generasi muda agar seni Musik Gendang terus bergema di desa-desa masyarakat etnis minoritas Khmer.

Seni Musik Gendang Besar – Warisan Musik Masyarakat Khmer
15/10/2025

Gong Prak – Harta Karun dari Masyarakat Etnis Minoritas M’nong

(VOVWORLD) - Seperti halnya kelompok etnis lokal lainnya di daerah Tay Nguyen (daerah dataran Tinggi di Vietnam Tengah), masyarakat etnis M’nong memiliki berbagai jenis gong yang digunakan dalam festival dan kegiatan budaya sehari-hari baik di desa maupun lingkungan marga. Di antara berbagai set gong milik masyarakat M’nong, Gong Prak merupakan jenis gong yang sangat khas dan langka. Jenis gong ini hanya dimainkan dalam acara-acara penting atau festival besar komunitas. Namun Seiring berjalannya waktu dan pengaruh perubahan sosial, saat ini di Provinsi Lam Dong pada khususnya, dan daerah Tay Nguyen pada umumnya, Gong Prak yang masih hanya tinggal sedikit.

Gong Prak – Harta Karun dari Masyarakat Etnis Minoritas M’nong
08/10/2025

Upacara Memohon Hujan – Warisan Budaya Unik dari Masyarakat Etnis Minoritas Jrai

(VOVWORLD) - Upacara memohon hujan adalah kegiatan budaya dan kepercayaan yang unik, mencerminkan identitas khas masyarakat etnis minoritas Jrai di Provinsi Gia Lai. Festival ini dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional oleh masyarakat Jrai, sekaligus memperkaya khazanah budaya dan ritual masyarakat di daerah daratan tinggi Tay Nguyen.

Upacara Memohon Hujan – Warisan Budaya Unik dari Masyarakat Etnis Minoritas Jrai
17/09/2025

Maskot Spiritual– Simbol yang Berkaitan dengan Perahu Ngo yang Dimiliki Masyarakat Minoritas Khmer

(VOVWORLD) - Bagi masyarakat minoritas Khmer di Daerah Dataran Rendah Sungai Mekong, perahu Ngo merupakan simbol yang mengandung nilai-nilai budaya yang khas, termasuk unsur tentang keprcayaan dan spiritualitas. Oleh karena itu, setiap perahu Ngo selalu dihiasi dengan pola dan warna yang mencolok; masing-masing perahu memiliki sepasang mata yang artistik dan satu maskot spiritual khas yang hadir di bagian depan perahu.

Maskot Spiritual– Simbol yang Berkaitan dengan Perahu Ngo yang Dimiliki Masyarakat Minoritas Khmer
10/09/2025

Kue Jagung Kukus – Hidangan Tradisional Masyarakat K’Ho di Provinsi Lam Dong

(VOVWORLD) - Masyarakat etnis minoritas K’Ho di Provinsi Lam Dong sejak lama telah memiliki keterikatan dengan pohon jagung. Dari biji jagung, mereka membuat berbagai hidangan unik, seperti: nasi jagung, bubur jagung asam, bubur jagung hangat, kolak jagung, dan kue jagung…, khususnya kue “jagung kukus”.

Kue Jagung Kukus – Hidangan Tradisional Masyarakat K’Ho di Provinsi Lam Dong
27/08/2025

Ding Tut – Ungkapan Hati yang Abadi dari Masyarakat Etnis Minoritas Ede

(VOVWORLD) - Di tengah hutan rimba belantara di daerah Tay Nguyen (daerah dataran tinggi di Vietnam Tengah), di mana angin berhembus di huma dan suara gemericiknya air sungai terdengar di kaki bukit, ada bunyi yang sangat akrab, lembut namun mendalam, itulah suara “ding tut”, satu instrumen musik tradisional yang unik dari masyarakat etnis minoritas Ede. Suara “ding tut” bukan hanya sekadar musik saja, tetapi juga suara hati, detak jantung dari budaya yang sedang dilestarikan dan dihidupkan kembali.

Ding Tut – Ungkapan Hati yang Abadi dari Masyarakat Etnis Minoritas Ede