Warna-warni: 54 Etnis Vietnam

25/03/2020

Memasukkan motif-motif kain ikat dari warga etnis minoritas E De ke dalam pakaian modern

(VOVWORLD) - Motif-motif kain ikat tradisional dari warga etnis minoritas E De yang menonjol di pakaian-pakaian modern dan anggun merupakan kesan pertama bagi para pelanggan ketika melihat produk feisyen di Dukuh Kniet, Kecamatan Ea Ktur, Kabupaten Cu Kuin, Provinsi Dak Lak. Itu merupakan kombinasi dari kekreatifan dan ketrampilan para perempuan etnis minoritas E De, di antaranya yang menonjol ialah Saudari H Ler Eban – pelopor dalam mengkombinasikan motif kain ikat etnisnya dengan pakaian-pakaian feisyen yang modern.

Memasukkan motif-motif kain ikat dari warga etnis minoritas E De ke dalam pakaian modern
11/03/2020

Sitar Tinh – instrumen musik tradisional warga etnis minoritas Tay di Provinsi Quang Ninh

(VOVWORLD) - Warga etnis minoritas Tay di Provinsi Quang Ninh memiliki kehidupan spiritual yang kaya dan beranekaragam dalam berbagai adat-istiadat seperti: Acara pernikahan, pesta turun ke sawah, pesta memohon panen, acara masuk ke rumah baru dan sebagainya. Yang lebih kaya ialah bermacam jenis lagu rakyat, di antaranya ada Luon, phongslu, luon sluong, luon then dan lain-lain yang merupakan nyanyian “dendang sayang” yang populer di banyak daerah.

Sitar Tinh – instrumen musik tradisional warga etnis minoritas Tay di Provinsi Quang Ninh
19/02/2020

Seruling Pi Le, instrumen musik budaya tradisional dari warga etnis minoritas Giay

(VOVWORLD) - Warga etnis minroritas Giay di Kabupaten Bat Xat, Provinsi Lao Cai, Vietnam Utara, memiliki kebudayaan yang kaya-raya, yang menonjol ialah instrumen musik tradisional “seruling Pi Le” yang diwariskan dari generasi ke generasi. Seperti itu, seruling Pi Le yang dijaga selama banyak generasi telah turut memperkaya lagi kehidupan spirituil warga di sana.

Seruling Pi Le, instrumen musik budaya tradisional dari warga etnis minoritas Giay
12/02/2020

Festival bersyukur kepada hutan dari warga etnis minoritas Co Tu

(VOVWORLD) - Festival bersyukur kepada hutan merupakan satu cirri budaya tradisional dari warga etnis minoritas Co Tu di Kabupaten Tay Giang, Provinsi Quang Nam, Vietnam Tengah yang dilaksanakan pada hari awal tahun baru setiap tahun. Warga etnis minoritas Co Tu berpengertian bahwa selain membuka satu tahun baru dengan memohon kemujuran, festival bersyukur kepada hutan juga merupakan janjian mereka dalam meningkatkan pemahaman tentang usaha mengelola dan melindungi hutan, bersamaan itu mengaitkan masyarakat.

Festival bersyukur kepada hutan dari warga etnis minoritas Co Tu
05/02/2020

Hari Raya Tet tradisional dari warga etnis minoritas La Hu

(VOVWORLD) - Setiap etnis di Vietnam mempunyai keindahan kebudayaan dan adat-istiadat yang khas dan cara menikmati Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek (atau Hari Raya Tet) yang berbeda. Hari Raya Tet dari warga etnis minoritas La Hu, di Kabupaten Muong Te, Provinsi Lai Chau, Vietnam Utara kental dengan kekhususan identitas satu etnis minoritas yang hidup di daerah perbatasan Tay Bac (atau daerah Barat Laut) dengan berbagai adat-istiadat sendiri.

Hari Raya Tet tradisional dari warga etnis minoritas La Hu
22/01/2020

Corak Hari Raya Tet dari etnis-etnis minoritas Vietnam

(VOVWORLD) - Vietnam punya 54 etnis yang hidup bersama. Setiap etnis memiliki satu kebudayaan dengan berbagai adat-istiadat yang khas. Tidak hanya beraneh ragam dalam hal bahasa, pakaian, kuliner dan cara hidup tapi berbagai adat istiadat merayakan Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek (atau Hari Raya Tet) dari etnis-etnis minoritas Vietnam mempunyai banyak makna, turut memperkaya keindahan kebudayaan etnis yang diwariskan dari generasi ke generasi tapi tetap mempertahankan keutuhan jati-diri-nya.

Corak Hari Raya Tet dari etnis-etnis minoritas Vietnam
15/01/2020

Musim adat R’dao dari warga etnis minoritas Co Tu

(VOVWORLD) - Warga etnis minoritas Co Tu hidup di daerah pegunungan Provinsi Quang Nam, Provinsi Thua Thien- Hue dan sebelah barat Kota Da Nang, Vietnam Tengah. Ketika masa mengerjakan huma selesai, jagung dan padi telah kering dan disimpan ke lumbung, mereka bersiap merayakan Hari Raya Tahun Baru Tradisional Imlek (atau Hari Raya Tet). Pada kesempatan ini, mereka melaksanakan adat R’dao, mengunjungi anak perempuan-nya yang sudah menikah dan keluarga besan.

Musim adat R’dao dari warga etnis minoritas Co Tu