CRAFV menuntut kepada Tiongkok supaya menghormati vonis PCA
(VOVworld) - CRAFV mengeluarkan pernyataan yang mendukung vonis PCA pada 12/7 lalu tentang gugatan Filipina terhadap Tiongkok yang bersangkutan dengan masalah Laut Timur.

(VOVworld) - CRAFV mengeluarkan pernyataan yang mendukung vonis PCA pada 12/7 lalu tentang gugatan Filipina terhadap Tiongkok yang bersangkutan dengan masalah Laut Timur.

(VOVworld) - Mantan Presiden Filipina, Fidel Ramos menuju ke Beijing, Ibukota Tiongkok, pada Senin (8/8) untuk memulai perundingan- perundingan sementara dengan kalangan otoritas Tiongkok.

(VOVworld) – Temu pergaulan dan memberikan informasi tentang situasi laut dan pulau Vietnam telah diadakan di provinsi Dien Bien, Sabtu pagi (6/8).

(VOVworld) – Vonis tentang masalah Laut Timur yang diumumkan Mahkamah Arbistrase Internasional (PAC) di Den Haag, Belanda, pada 12/7, menciptakan prasyarat-prasyarat dan dasar hukum bagi para fihak yang bersangkutan di kawasan untuk terus melakukan perbahasan dan kerjasama pada masa depan.

(VOVworld) - Juru bicara Kemlu Vietnam, Le Hai Binh menegaskan: aktivitas Tiongkok ini tidak bisa mengubah kenyataan ialah Vietnam punya kedaulatan yang tidak bisa diperdebatkan terhadap dua kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa.

(VOVworld) - Pameran peta dan dokumen: “Hoang Sa-Truong Sa wilayah Vietnam: Bukti-bukti sejarah dan dasar hukum” diadakan di kota Qui Nhon, provinsi Binh Dinh dari 3-7 Agustus ini.

(VOVworld) – Ketika menjawab interviu koran “ The Strait Times” (Singapura) tentang gugatan Laut Timur, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama menyatakan bahwa Filipina telah melaksanakan upaya legal dan damai untuk menangani sengketa maritim dengan Tiongkok

(VOVworld) – Banyak koran besar dari Jepang seperti “Sankei”, “Asahi” dan “Yomiuri” telah memuat banyak artikel yang isinya mengimbau kepada Tiongkok supaya menaati hukum internasional.

(VOVworld) – Semua aktivitas asing di daerah ini yang dilakukan tanpa persetujuan Vietnam adalah tindakan ilegal.

(VOVworld) – Kementerian Dalam Negeri Spanyol, Rabu (27/7), memberitahukan bahwa polisi negara ini baru saja menangkap dua bersaudara orang Maroko dengan tuduhan memberi suplai keuangan kepada Organisasi yang menamakan diri sebagai “Negara Islam” (IS).
