Warna-warni: 54 Etnis Vietnam

04/10/2023

Provinsi Dak Lak Melestarikan Warisan Budaya Warga Etnis Minoritas Ede

(VOVWORLD) - Sejak pertengahan tahun ini, Provinsi Dak Lak telah memperkuat usaha pelestarian kebudayaan tradisional dari etnis-etnis minoritas di daerah. Selain mengadakan kursus-kursus pengajaran musik, seperti menabuh gong dan bonang, menyanyi dan menari seperti setiap tahun, Provinsi Dak Lak juga membuka pertunjukan epik dan kata-kata berima yang mendapat sambutan dari masyarakat di desa-desa.

Provinsi Dak Lak Melestarikan Warisan Budaya Warga Etnis Minoritas Ede
20/09/2023

Upacara Cong Co - Ciri Budaya Pernikahan dari Orang Vietnam di Masa Lalu

(VOVWORLD) - Upacara Cong Co sangat penting dalam upacara pernikahan masyarakat di Vietnam Selatan bagian Barat (daerah Nam Bo Barat), kental dengan rasa kemanusiaan dan mendidik generasi muda memahami secara mendalam tradisi berbakti kepada bapak-ibu, minum air harus ingat pada sumber airnya. Ritual Cong Co kental dengan identitas kebudayaan Vietnam dan telah dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat Vietnam di daerah Nam Bo Barat.

Upacara Cong Co - Ciri Budaya Pernikahan dari Orang Vietnam di Masa Lalu
13/09/2023

Warga Etnis-Etnis Provinsi Quang Nam Bangga Membawa Nama Marga Ho

(VOVWORLD) - Bagi setiap orang Vietnam, Presiden Ho Chi Minh adalah seorang pemimpin yang Agung, seorang Bapak yang tercinta karena Beliau bekerja demi negara dan rakyat, mendedikasikan seumur hidupnya demi usaha perjuangan pembebasan bangsa dan penyatuan tanah air. Untuk menunjukkan rasa hormat, terima kasih, dan kerinduan akan Presiden Ho Chi Minh, warga etnis-etnis di banyak daerah, di antaranya Provinsi Quang Nam, secara sukarela membawa nama marga Beliau yaitu marga Ho.

Warga Etnis-Etnis Provinsi Quang Nam Bangga Membawa Nama Marga Ho
06/09/2023

Kerajinan Menenun Kain Ikat dari Warga Etnis Minoritas Co Tu

(VOVWORLD) - Kerajinan menenun kain ikat dari warga etnis minoritas Co Tu merupakan kerajinan tradisional yang kental dengan identitas budaya etnisnya. Dahulu, masyarakat Co Tu menemukan tanaman kapas asli (kpay) yang tumbuh di hutan, lalu mereka membawanya untuk ditanam di huma, dan memperbanyaknya secara luas. Sejak saat itu, kerajinan menenun kain ikat masyarakat Co Tu mulai berkembang.

Kerajinan Menenun Kain Ikat dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
30/08/2023

Tarian Tung Tung Da Da - Tarian Tradisional dari Warga Etnis Minoritas Co Tu

(VOVWORLD) - “Tung Tung da da” merupakan tarian tradisional khas dari warga etnsi minoritas Co Tu yang sifat kolektifnya sangat tinggi. Ini tarian indah dan menyenangkan yang menarik partisipasi dari banyak peserta. Tarian “tung tung da da” menunjukkan perpaduan yang serasi antara laki-laki dan perempuan, melambangkan paduan antara unsur Yin dan Yang di alam semesta.

Tarian Tung Tung Da Da - Tarian Tradisional dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
16/08/2023

Guol – Simbol Budaya dan Jiwa dari Warga Etnis Minoritas Co Tu

(VOVWORLD) - Ketika berbicara tentang warga etnis minoritas Co Tu, harus menyebutkan Guol. Guol bukan hanya bangunan rumah dengan arsitektur yang unik, produk budaya yang khas, tetapi juga memiliki karakteristik teritorial yang tersendiri dari masyarakat Co Tu. Guol sebagai simbol yang sakral dan sangat dekat dalam kehidupan masyarakat Co Tu.

Guol – Simbol Budaya dan Jiwa dari Warga Etnis Minoritas Co Tu
09/08/2023

Kue Kecil yang Berisi Cinta Antaribu dan Anak dari Warga Etnis Minoritas Cao Lan

(VOVWORLD) - Dalam dunia kuliner warga etnis minoritas Cao Lan yang beragam dan halus, kue burung Gau adalah makanan yang lugas dan sangat sederhana. Rasa daun pandan yang aneh dan aroma manis beras ketan di musim nasi yang baru membuat kue burung Gau menjadi makanan yang kental dengan identitas budaya etnisnya. Makanan itu dilestarikan dan diwariskan oleh para ibu dan kakak etnis Cao Lan dari generasi ke generasi hingga saat ini.

Kue Kecil yang Berisi Cinta Antaribu dan Anak dari Warga Etnis Minoritas Cao Lan
02/08/2023

Pagoda Khmer melestarikan bahasa dan aksara Khmer

(VOVWORLD) - Bagi warga etnis minoritas Khmer, pagoda bukan hanya tempat kegiatan keagamaan saja, tetapi juga merupakan tempat mengajar, memberikan pendidikan moral dan cara berperilaku dengan baik. Di seluruh Provinsi Soc Trang terdapat 92 pagoda, dan semua pagoda itu membuka kelas mengajarkan bahasa Khmer. Ini adalah pekerjaan sangat bermakna yang dilakukan pagoda-pagoda, turut melestarikan bahasa dan aksara Khmer.

Pagoda Khmer melestarikan bahasa dan aksara Khmer